Hiperpigmentasi: Perubahan Warna Kulit

Hiperpigmentasi adalah istilah medis yang mengacu pada perubahan warna kulit dari warnanormal menjadi lebih gelap.

Istilah ini terdiri atas “hiper,” yang artinya berlebihan, dan“pigmentasi,” yang artinya pewarnaan. Melanin adalah pigmen yang memberikan warna padakulit, rambut, dan kuku.

Spektrum warna kulit yang amat beragam di seluruh dunia ditentukanoleh jumlah melanin yang diproduksi oleh tubuh di dalam kulit. Melanosit adalah sel di dalamkulit yang memproduksi melanin.

Sebagai organ tubuh yang paling luas, kulit—dengan berbagai corak warnanya—memiliki sekianbanyak fungsi. Kulit berguna untuk mengatur suhu tubuh dan melindungi tubuh dari berbagaielemen yang ada di sekitarnya.

Ada berbagai macam factor yang memengaruhi kulit dan menyebabkan melanosit memproduksimelanin lebih banyak. Kebanyakan reaksi ini terjadi sebagai sebentuk pertahanan alamiah kulitatau proses penyembuhan. Contohnya warna kulit yang lebih gelap setelah terpapar sinarmatahari. Warna gosong ini dimaksudkan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat terpaparsinar matahari. Akan tetapi, proses yang sebenarnya wajar dan berguna ini dapat menyebabkanperubahan warna kulit yang bertahan lama.

Beberapa bentuk hiperpigmentasi memiliki penampakan, distribusi (tempat warna gelap itumuncul pada kulit), atau penyebab yang unik. Bentuk-bentuk ini ada yang menyandang sebutantertentu, seperti melasma atau lentigo.

Di Mana Hiperpigmentasi Biasanya Muncul?

Hiperpigmentasi kebanyakan muncul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari,seperti wajah, leher, dada, dan lengan. Tentu mudah dipahami karena terpapar sinar matahariakan mengaktifkan melanosit dan memproduksi melanin. Akan tetapi, hiperpigmentasi jugadapat muncul akibat gesekan pada kulit. Bagian tubuh yang jarang terpapar sinar matahari pun,seperti ketiak dan selangkangan, lazim mengalamai hiperpigmentasi. Leher, siku, dan lutut bisajadi juga rentan terkena hiperpigmentasi, barangkali sebagai akibat dari terpapar sinar mataharidan sekaligus gesekan. Acanthosis nigricans adalah kondisi ketika warna kulit berubah menjadisemakin gelap dan sekaligus menebal seperti beludru.

AdobeStock_85453290
AdobeStock_209973423

Faktor Apa Sajakah yang Menyebabkan Terjadinya Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor dan, dalam kebanyakan kasus yangditemukan, sumbernya berupa gabungan beberapa penyebab. Berikut ini beberapa faktortersebut:

Apa Sajakah Jenis Hiperpigmentasi yang Paling Lazim Ditemui?

Hiperpigmentasi biasanya dibahas secara umum. Namun, ada jenis-jenis spesifik hiperpigmentasi yang perlu diperhatikan secara khusus, antara lain:

Hiperpigmentasi Secara Singkat
Hiperpigmentasi adalah istilah medis yang mengacu pada perubahan warna kulit dari warnanormal menjadi lebih gelap. Istilah ini terdiri atas “hiper,” yang artinya berlebihan, dan“pigmentasi,” yang artinya pewarnaan. Hiperpigmentasi muncul pada kulit karena peningkatanmelanin, yang diproduksi oleh sel melanosit.

Tahukah Anda?
Usia kadang-kadang dianggap sebagai factor risiko bagi berkembangnya hiperpigmentasi, tetapikaitan keduanya tidaklah sederhana. Kecemasan akan munculnya lentigo atau melasma dapatmeningkat ketika pasien mulai memasuki masa paruh baya dan, seiring dengan bertambahnyausia, kita juga secara kumulatif lebih banyak terpapar UV. Fluktuasi hormonal yang berlangsungsepanjang hidup juga dapat berpengaruh pada perubahan warna kulit. Nyatanya, sebagian besarpasien akan mulai mengalami perubahan warna kulit, meskipun tidak kentara, termasuk fluktuasipigmentasi, pada saat memasuki usia 25 tahun.

Hyperpigmentation Fast Fact
Sistem pengukuran yang disebut skala Fitzpatrick adalah suatu pendekatan standar yang dikembangkan untuk menakar warna kulit. Besaran skala ini mulai dari I (putih pucat) sampai VI(cokelat gelap atau hitam).